CERPEN. karya: saya

IMPIAN SEORANG VIOLETA

Namaku Violeta, Violeta Rachel Arista. Bisa dipanggil Vio ataupun Ista. Tapi lebih sering dipanggil Vio. Entah kenapa banyak sekali teman-temanku yang berkata bahwa namaku bagus. Aku hanyalah seorang murid SMP. Oke, kita memulai cerita.
Aku iri pada mereka. Aku iri pada teman-temanku. Yang selalu diantar dan dijemput oleh ayah mereka masing-masing dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan aku? Sudah 3 tahun ini aku ditinggal kerja oleh papaku ke luar negeri. Ada tugas, katanya. Yah, jadi sejak kelas 6 SD, aku selalu diantar dan dujemput oleh mamaku. Dan sejak aku masuk 1 SMP, lebih sering naik angkot sih. Meski kadang masih minta dijemput oleh ibuku. Aku masih terus melamun hingga ada suara yang membuat lamunanku buyar.
“Hoy! Vio ngapain lo ngelamun . kaya ga ada kerjaan lain aja. Hati-hati ntar kesambet looooh,”
Teryata suara itu berasal dari sahabatku, Viona. Memang nama kami nyaris sama. Dia hanya mempunyai ayah. Ibunya meninggal karena kecelakaan pesawat pada waktu Viona masih menduduki kelas 5 SD.
“Hah? Gue.. Gue.. Eng.. Engga ko . sapa juga yang ngelamun. Ngaco lo. Hahahah.”
“Weitss.. Dari tampang lo tuh udah keliatan lo tuh ngelamun. Hmmm. ngelamun apa sih lo?” “egga, masalah keluarga kok. Eh tuh amgkotnya udah dating. Naik yuk.”
“oh, oke.” Viona menutup pembicaraan. Dan kami berdua meninggalkan sekolah menuju ke angot.
Perjalanan dari sekolah , maupun sebaliknya memakan waktu sekitar setengak jam. Coba bandingkan kalau kita naik motor. Hanya 10 menit ! bayangkan, setengah jam dibanding 10 menit ! huaaah….. perbandingannya banyak sekali! Engga enaknya kan waktu berangkat sekolah pada pagi hari. Soalnya aku punya satu kebiasaan : NGGA BISA BANGUN PAGI ! kalau misalkan aku bisa bangun pagi,,,,,,itu suatu keajaiban terindah yang ada pada hidupku selama ini. Hehe. Hmm percaya atau tidak, kalau aku berangkat ke sekolah, pasti selaluuu telat. Maklumlah, di sempet sempetin untuk sholat subuh! Hehehehehe...... hawanya panas sekali. Hingga….
“Vio! Banguun!” kata viona sambil berbisik.
“hah?” TIDAK! Ternyata aku ketiduran. Untung aja ada viona. Kalau tidak. Pasti udah nyasar nih. Heheh.
“bangun! Udah hampir nyampe nih!”
Rumah kita emang berdekatan. Kita tinggal di sebuah perumahan. Paling jarak dari rumahku ke rumah viona hanya 100 meter.
“kiri pak!” viona menghentikan angkot.
“sini, ku traktir ya angkotnya!”
“makasi vionaaaaa! Lain kali gantian deh!”
“ahaha terserah elo dehhh”

Esok harinya aku bertemu oom ku di jalan. Kenapa sih, setiap ketemu sama salah satu keluargaku pasti nanya “papa kapan pulang?”. Pertanyaan yang membosankan! Dan jawabanku selaluuu sama “eeheheh. Enggak tau eheheh.” Sambil nyengir ngga jelas sambil pasrah. Kenapa ya, Papa ga pulang-pulang? Padahal kan sebentar lagi hari raya. Semogaaa ada keajaiban ya. Oh ya, ngomong2 sekarang ini aku lagi puasaan lho. 1 minggu lagi hari raya! Wuidiiih ga sabar banget ya. Hari raya itu hari yang paling menyenangkan bagiku. Bisa bertemu dengan saudara-saudaraku.
3 hari kemudian, ada kabar gembira. Sangat gembira. Papaku akan pulang 2 hari sebelum hari raya ! alhamdulillah !
“beneran, Ta, bokap lo mau pulang?” kata salah satu temanku, marsha, dengan memakai panggilan “Ista”
“kata bokap gw sih gitu. Moga aja beneran,”
“iyadeh. Aamiin. Tapi inget.
“apa?”
“lo harus traktir kita semua yah kalo bokap lo pulang, atau minimal kasi oleh-oleh lah,”
“oke, bisa diaturr”
“Akhirnya besok papa pulang juga” kataku dalam hati.
Besoklah hari yang dinanti-nantikan. Papa akan pulang ! papa sampai ke bandara pada pukul 6 sore. Aku bersama keluargaku menjemput papa di bandara. Tidak lama kemudian tampak sesosok tubuh yang sangat kukenal berada di depanku. Itu papa! Pria itu mendekati kami.
“PAPAAAAAAAAAA” adikku yang paling kecil mendahuluiku. Akhirnya kususul juga.
“papa. Akhirnya papa pulang juga.”
“iya nak. Papa kangen sekali sama kalian semua,”
“alhamdulillah sampai dengan selamat ya Pa. yaudah ayo kita pulang. Kita buka bareng bareng ya” kata mamaku
“iya ma !” jawabku seraya bersamaan dengan adik dan abangku.

karya: Isninnoviana Ilmi Amalia

4 comments in here:

rizkimuft mengatakan...

Wuah! Cerpen!! Huhahahehehe. . .

Penutupannya gitu aja?

Unknown mengatakan...

eh vi..
dari gue..

~ "egga, masalah keluarga kok. Eh tuh 'amgkotnya' udah 'dating'. Naik yuk."
tulisan.....

~ Rumah kita emang berdekatan.
pakenya jangan 'kita' dong.. pake 'kami'.....

~Penutupannya garing.. sumpah.. ahahaa.. peace vi.. kisah nyata kan..!? haha..
penutupannya agak dramatis nape..? bilang kek..
"papa kalo pergi lagi, jangan lama2 dong.. hueeeee.. kami kan kangen sama papa" biar seru..

huakakkaa..

salam buat bkap lo ya vi.. :D
~gue sok kenal ih.. haha~

rizkimuft mengatakan...

Abangnya bru muncul pas akhirnya aja.. Kasian nasibnya...

viia Gokiellerz mengatakan...

@nadya : HUAHAHAH GW NGANTUK !

@ade : iya kasian banget ckckckc

Posting Komentar